Artikel Jurnal Analisis Dispersi Atmosfer untuk Dosis Radiasi yang Diharapkan karena Operasi Normal RSG-GAS dan RDE Reactor

Download Jurnal Klik here

BATAN berencana untuk membangun reaktor daya eksperimental, RDE, untuk melengkapi reaktor RSG-GAS yang sudah beroperasi di Zona Nuklir Serpong (KNS). Reaktor daya eksperimental adalah HTGR (reaktor berpendingin gas suhu tinggi) dengan daya 10 MWt, sedangkan RSG-GAS adalah reaktor berpendingin air tipe kolam dengan daya 30 MWt. Menurut praktik pengaturan standar, di bawah kondisi operasi normal pabrik, penilaian radiologis pelepasan atmosfer ke lingkungan dan penilaian paparan publik dianggap penting.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkirakan penerimaan dosis di Serpong Nuclear Zone (KNS) setelah beroperasi, RDE beroperasi di KNS-2. Untuk menilai dosis, kode komputer PC-CREAM 08 digunakan. Ia menggunakan model dispersi bulu Gaussian standar dan menyusun serangkaian model dan data untuk estimasi penilaian dampak radiologis dari pelepasan rutin dan terus-menerus dari reaktor nuklir. Data input meliputi sumber data dari RDE dan RSG-GAS, setumpuk pelepasan radionuklida tahunan 60 m, data meteorologi dari stasiun meteorologi lokal Serpong, dan data produk pertanian dari situs Serpong. Hasil menunjukkan bahwa dosis individu tertinggi di daerah sekitar KNS untuk orang dewasa adalah 6,16 × 10-3 mSv / y dalam arah S (Selatan) dan jarak 300 m dari tumpukan RSG. Dosis kolektif tertinggi di sekitar KNS dalam radius 3 km adalah 6,37 × 10-3 man-Sv / thn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak radiologis KNS pada kelompok kritis masyarakat dan dosis efektif individu memenuhi batas yang diberikan oleh Badan Pengatur Nuklir Indonesia (BAPETEN). Pengoperasian RDE di KNS-2 tidak menambah signifikan terhadap dosis radiasi penerimaan di lingkungan di KNS. Dapat juga disimpulkan bahwa taksiran dosis efektif lebih rendah dari batasan dosis 0,3 mSv / y yang terkait dengan tanaman ini.

Download Jurnal Klik here

Tinggalkan pesan "Artikel Jurnal Analisis Dispersi Atmosfer untuk Dosis Radiasi yang Diharapkan karena Operasi Normal RSG-GAS dan RDE Reactor"

Penulis: 
    author