Artikel Jurnal KARAKTERISTIK MOBILITAS POPULASI: CATATAN DARI INTERAKSI URBAN-URBAN DI WILAYAH METROPOLITAN SEMARANG | Santi Pdf

Download Pdf Klik Disini
References

Benton-Short, L. & Price, M. (2008). Migran ke Metropolis: Rise of Immigrant Gateway mengutip, sebuah pengantar. Di M. Price & L. Benton-Short (Eds.), Migran ke Metropolis: Kebangkitan Kota Gateway Imigran. Syracuse, NY: Syracuse University Press. [CrossRef]

Boterman, W. R. (2012). Mobilitas Hunian Kelas Menengah Perkotaan di Bidang Kehadiran Orang Tua. Lingkungan dan Perencanaan A, 44 (10), hal.2397-2412. doi: http://dx.doi.org/10.1068/ a44558 [CrossRef]

Brenner, N. & Schmid, C. (2014). Pertanyaan 'urban age'in. Jurnal Internasional Penelitian Perkotaan dan Regional, 38 (3), hal.731-755. doi: http://dx.doi.org/10.1111/1468-2427.12115 [CrossRef]

Buchori, I. & Sugiri, A. (2016). Pemeriksaan empiris pembangunan metropolitan berkelanjutan di Kota Semarang, Indonesia. Australian Planner, 53 (3), hal.163-177. doi: http://dx.doi.org/ 10.1080 / 07293682.2016.1151905 [CrossRef]

Collins, F. L. (2011). Mobilitas transnasional dan tata ruang kota. Kemajuan dalam Geografi Manusia, 36 (3), hal.316-335. doi: http://dx.doi.org/ 10.1177 / 0309132511423126 [CrossRef]

Damayanti, R. (2011). Industrialisasi dan Sektor Informal dalam Membentuk Kota: Studi Kasus Ahme-dabad-India. DIMENSI (Jurnal Arsitektur dan Lingkungan yang Dibangun), 38 (1), hal.15-22. doi: http://dx.doi.org/10.9744/dimensi.38.1.15-22 [CrossRef]

Datta, A. (2012). India's ecocity? Lingkungan, Urbanisasi, dan Mobilitas dalam Pembuatan Lavasa. Lingkungan dan Perencanaan C: Pemerintah dan Kebijakan, 30 (6), hal.982-996. doi: http: // dx. doi.org/10.1068/c1205j [CrossRef]

Dongfeng, Y., Chengzhi, Y. & Ying, L. (2013). Urbanisasi dan keberlanjutan di China: Analisis berdasarkan kurva Kuznets urbanisasi. Teori Perencanaan, 12 (4), hal.391-405. doi: http: //dx.doi. org / 10.1177 / 1473095213485558 [CrossRef]

Duhita, D. & Virdianti, E. (2016). Respons Komunitas Perkotaan terhadap Desain Tematik yang Tepat, Super Hero Park Bandung. Jurnal Pengembangan Kota, 4 (2), hal.169. doi: http: // dx. doi.org/10.14710/jpk.4.2.169-176 [CrossRef]

Dwiyanto, T. A. & Sariffuddin, S. (2013). Karak-teristik Belanja Warga Pinggiran Kota (Studi Kasus: Kecamatan Banyumanik Kota Sema-rang). Jurnal Pengembangan Kota, 1 (2), hal.118-127. doi: http://dx.doi.org/10.14710/jpk.1.2.118-127 [CrossRef]

Firman, T. (2004). Pembangunan kota baru di wilayah Metropolitan Jakarta: perspektif segregasi spasial. Habitat International, 28 (3), hal.349-368. doi: http://dx.doi.org/10.1016/S0197-3975 (03) 00037-7 [CrossRef]

Ha, W., Yi, J., Yuan, Y. & Zhang, J. (2016). Efek dinamik migrasi pedesaan-ke-perkotaan terhadap ketidaksetaraan di desa-desa sumber: Perkiraan Sistem GMM dari pedesaan China. China Economic Review, 37, hal.27-39. doi: http://dx.doi.org/ 10.1016 / j.chieco.2015.09.002 [CrossRef]

Hoelscher, K. & Aijaz, R. (2016). Tantangan dan peluang di India yang urbanisasi. Tinjauan Studi Wilayah Internasional, 19 (1), hal.3-11. doi: http://dx.doi.org/10.1177/2233865916637297 [CrossRef]

Irawan, B. (2005). Konversi lahan sawah: potensi dampak, pola pemanfaatannya, dan faktor determinan. Makalah dipaparkan di Forum Penelitian Agro Ekonomi. [CrossRef]

Mantra, I. B. (2000). Demografi umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. [CrossRef]

Mulyana, W., Dodman, D., Zhang, S. & Schensul, D. (2013). Urbanisasi, Demografi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim di Semarang, Indonesia Technical Briefing (Vol. Oktober 2013). Jakarta: UNFPA. [CrossRef]

Østby, G. (2015). Migrasi pedesaan-perkotaan, ketidaksetaraan dan kelainan sosial perkotaan: Bukti dari kota-kota Afrika dan Asia. Manajemen Konflik dan Ilmu Perdamaian, 33 (5), hal.491-515. doi: http://dx.doi.org/10.1177/0738894215581315 [CrossRef]

Pontoh, N. K. & Kustiwan, I. (2009). Pengantar Perencanaan Perkotaan. Bandung: Penerbit ITB. [CrossRef]

Portes, A. (2000). Imigrasi dan kota metropolitan: Refleksi sejarah kota. Journal of International Migration and Integration / Revue de l'integration et de la migration internationale, 1 (2), hal.153-175. doi: http://dx.doi.org/10.1007/ s12134-000-1000-x [CrossRef]

Prayoga, I. N. T., Esariti, L. & Dewi, D. I. K. (2013). Identifikasi Gentrifikasi Awal di Daerah Tembalang, Semarang, Indonesia. Lingkungan dan Urbanisasi Asia, 4 (1), hal.57-71. doi: http://dx.doi.org/10.1177/110330881347 8606 [CrossRef]

Putra, D. R. & Pradoto, W. (2016). Pola Dan Faktor Perkembangan Pemanfaatan Lahan di Kecamat-an Mranggen, Kabupaten Demak. Jurnal Pengembangan Kota, 4 (1), hal.67. doi: http: // dx. doi.org/10.14710/jpk.4.1.67-75 [CrossRef]

Satari, F. C. & Larasati, D. (2016). Apa yang dibutuhkan Bandung untuk Menjadi Kota Kreatif Desain. Dalam D. L. W. Skoglund (Ed.), Menilai dan Mengevaluasi Kreativitas Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan. Ostersund, Swedia: UNESCO Creative Cities Network (UCCN). [CrossRef]

Shuai, X. (2012). Apakah Komuter Menuju Migrasi? Jurnal analisis dan kebijakan regional, 42 (3), hal.237-250. [CrossRef]

Soegijoko, B. T. S., & Kusbiantoro, B. (1997). Bunga Rampai Perencanaan Pembangunan Indo-nesia. Jakarta: Grasindo. [CrossRef]

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D Alfabeta. Bandung. [CrossRef]

Wibisono, D. (2013). Penyusunan skripsi, tesis dan disertasi. Yogyakarta: CV. Andi Offset. [CrossRef]

Wilonoyudho, S. (2014). Migrasi dan Involusi di Kota Semarang. Jurnal Manusia dan LIng-kungan, 21 (1), hal.114-120. [CrossRef]

Winters, J. V. & Li, Y. (2016). Urbanisasi, Fasilitas Alam dan Kesejahteraan Subyektif: Bukti dari Negara-negara Amerika Serikat. Studi Perkotaan, hal.1-18. doi: http://dx.doi.org/10.1177/0042098016631918 [CrossRef]

Download Pdf Klik Disini

Tinggalkan pesan "Artikel Jurnal KARAKTERISTIK MOBILITAS POPULASI: CATATAN DARI INTERAKSI URBAN-URBAN DI WILAYAH METROPOLITAN SEMARANG | Santi Pdf"

Penulis: 
    author