Artikel Jurnal Studi Pelarutan Fosfat tentang Penentuan Dosis Inokulan dan Komposisi untuk Pupuk Biofossi

46 views

Download Jurnal Klik here

Ketersediaan PPhosphor menjadi masalah utama pada produktivitas tanah dan beras di Indonesia. Pemanfaatan sumber P yang memiliki properti rilis lambat adalah salah satu solusi untuk masalah ini. Pupuk Biofossi adalah pupuk organik fosfat alami yang diperkaya dengan bakteri pelarut fosfat (PSB), untuk meningkatkan kelarutan P dan penyerapan oleh tanaman sehingga fertilisasi P menjadi lebih efisien. Eksperimen dilakukan pada Januari 2015 di stasiun percobaan Fakultas Pertanian-Universitas Padjadjaran, Bandung, yang berlokasi di Ciparay, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi PSB dan dosis inokulasi terhadap fosfat alami. Inokulum yang digunakan adalah dari Basil sp dan Pseudomonas sp, yang disuntikkan ke bahan pembawa. Melalui hasil pengujian sebelumnya, pembawa yang digunakan memiliki komposisi 50% gambut + 28% kompos + 5% asam humat + 2% nutrisi + 15% sekam padi. Untuk test dosis PSB inokulasi, desain eksperimental blok lengkap faktorial acak diterapkan. Sebagai faktor pertama adalah P2HAI5 konten dalam sumber fosfat, terdiri dari empat tingkatan sebagai berikut: (1) hal0 = tanpa P2HAI5 (sebagai kontrol); (2) hal1 = 22% P2HAI5 (163 kg ha-1 fosfat alami dari Blora); (3) hal2 = 26% P2HAI5 (138 kg ha-1 fosfat alami dari Maroko); (4) hal3 = 36% P2HAI5 (100 kg ha-1 Pupuk SP-36). Faktor kedua adalah kombinasi dosis dan jenis inokulan PSB, terdiri dari tujuh level sebagai berikut: (1) b0 = tanpa inokulasi PSB (sebagai kontrol); (2)b1 = Basil sp inokulan dalam dosis 1 kg ha-1; (3)b2 = Basil sp inokulan dalam dosis 2 kg ha-1; (4) b3 = Pseudomonas sp inokulan dalam dosis 1 kg ha-1; (5)b4 = Pseudomonas sp inokulan dalam dosis 2 kg ha-1; (6)b5 = Basil sp + Pseudomonas konsorsium sp dalam dosis 1 kg ha-1; (7) b6 = Basil sp + Pseudomonas konsorsium sp dalam dosis 2 kg ha-1. Dengan menggunakan 32Teknik P radioisotop diketahui bahwa konsorsium bakteri Basil sp + Pseudomonas sp mampu melarutkan P pada perlakuan h0, serta dalam perawatan p1, hal2 dan hal3. Dalam perlakuan ini, beberapa respons tertinggi diperoleh, yaitu bobot kering gabah, serapan P dan efisiensi pupuk P.

Download Jurnal Klik here

Tinggalkan pesan "Artikel Jurnal Studi Pelarutan Fosfat tentang Penentuan Dosis Inokulan dan Komposisi untuk Pupuk Biofossi"

Penulis: 
    author